Trisemester Kedua Kehamilan

20170812_103500
Hasil USG anak bayi sampai 20 Minggu

Tulisan ini dibuat ketika usia kandungan saya sekitar 20 minggu. Sebenarnya belum bisa dibilang lulus melewati trisemester kedua, tapi nggak apa-apa lah ya, soalnya saya sudah nggak sabar mau nulis pengalaman sampai sejauh ini.

Alhamdulillah berbeda dengan trisemester pertama yang dihiasi oleh mual dan hilangnya nafsu makan, sejak menginjak usia kehamilan 13 minggu, semua itu hilang digantikan dengan hal-hal lainnya seperti:

Berkeringat lebih
Padahal saya selalu mandi 2x sehari dan pakai deodoran setiap habis mandi. Tapi nggak tahu kenapa terkadang keringat mengucur dengan derasnya di daerah-daerah tertentu seperti ketiak dan (maaf) selangkangan. Setelah saya baca-baca beberapa artikel, hal seperti ini umum terjadi pada ibu hamil disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang memicu terbukanya pembuluh darah kulit, sehingga ibu hamil gampang gerah dan keringat mengalir.

Untungnya keringat lebay ini nggak setiap hari datang. Untuk mengatasinya, tetap rajin mandi 2x setiap hari, memakai deodoran (saya prefer yang bentuknya spray karena lebih cepat kering), selalu ganti pakaian dalam ketika basah, dan selalu sedia kipas.

Tulang selangkangan/ miss V nyeri
Hal ini mulai terjadi di awal trisemester kedua. Tiba-tiba saja dua selangkangan saya sakit sekali. Rasanya nyeri seperti ketarik sampai ke tulang bokong, bahkan kadang sampai tulang belakang. Hal ini menyebabkan saya agak kesusahan dalam mengangkat kaki dan bangun dari posisi tidur. Seperti biasa, saya langsung mencari tahu di internet penyebab sakitnya tulang selangkangan ini. Setelah saya baca-baca, penyebab nyerinya tulang selangkangan/ miss V ini terjadi akibat peningkatan hormon relaxin yang menyebabkan otot dan ligamen melemas dan meregang agar dapat menopang tulang-tulang panggul. Perubahan dan pergeseran pada panggul ini juga dapat menimbulkan nyeri pada selangkangan dikarenakan pertumbuhan janin dalam perut dan pertambahan berat badan.

Saya sempat takut karena di forum-forum yang saya baca, kejadian ini umum dirasakan oleh ibu hamil dengan usia kehamilan 30 minggu keatas. Lah saya minggu belasan sudah merasakan hal ini. Tapi saya nggak terlalu ambil pusing karena setelah mengetahui penyebabnya. Saya selalu berpikiran positif bahwa ini adalah salah satu fase perkembangan janin.

Punggung, perut, dan pinggang super pegal
Kalau duduk terlalu lama, sudah pasti punggung saya sakitnya luarrr biasa. Semakin dibiarkan, sakitnya makin menyebar ke perut dan pinggang yang jadi pegal. Kadang kalau bersin, batuk, dan ketawa, perutnya berasa sakit sekali. Rasanya tuh tegang dan nyeri. Masih sama dengan poin sebelumnya, ternyata berat badan yang bertambah adalah penyebab rasa sakit punggung. Perut yang semakin hari semakin membesar juga memberikan tekanan pada pembuluh darah dan syaraf di bagian punggung. Selain itu produksi hormon relaxin dan pemisahan pada otot juga memperparah rasa nyeri dan sakit pada punggung.

Untuk mengatasinya, saya selalu duduk menggunakan ganjalan bantal di punggung. Walaupun nggak 100% hilang rasa sakitnya, tapi kalau posisi duduknya tegak dan nempel bantal, rasa nyeri punggungnya lumayan berkurang. Selain itu, berjalan-jalan dan stretching juga membuat rasa sakit punggung hilang.

Makan terus, ngemil terus
Alhamdulillah fase 3M (mual, muntah, makan susah) sudah lewat. Sekarang saya malah jadi doyan banget makan. Bawaannya pengen ngunyah terus. Dalam sehari saya bisa makan lebih dari 5 jenis makanan dalam porsi cukup. Akhir-akhir ini saya selalu ingin makan yang pedas dan manis. Dan saya bisa memesan jenis makanan yang sama seminggu atau lebih berturut-turut tanpa rasa bosan atau enek. Yang selalu ingin saya makan adalah sate padang, cokelat dan tahu jeletot. Nggak heran berat saya sekarang naik 14 kg dan terakhir saya kontrol ke dokter, berat badan janinnya melebihi berat badan normal janin di usia kehamilan yang sekarang.

Guratan merah di paha dan betis
Bukan stretchmark, bukan juga varises. Kemarin saya tanyakan hal ini kepada dokter kandungan, dan beliau menjelaskan bahwa hal tersebut normal terjadi pada ibu hamil. Sayangnya saya lupa istilah medisnya apa hehe. Intinya ada semacam guratan kecil-kecil berwarna merah kecoklatan di kulit dengan jumlah yang lumayan banyak terletak di paha, betis, bahkan (maaf) bokong. Rasanya nggak sakit sama sekali. Cuma ya agak ganggu aja penampakannya. Katanya sih karena pertambahan berat badan. Solusi saya sih sering-sering dioleskan lotion saja. Ohya untuk mencegah terjadinya stretchmark yang alhamdulillah belum tampak di perut, saya juga sering mengoleskan lotion di perut dengan harapan nggak akan ada guratan mengganggu di bagian tersebut.

Kaki bengkak
Sebenarnya saya nggak terlalu sadar kalau kaki saya bengkak, mengingat kaki saya memang dari lahir sudah berukuran jumbo. Saya baru sadar ketika seorang teman memvonis kaki saya bengkak dan sepatu-sepatu saya terasa sempit. Pergelangan kaki menuju ke jari kaki saya benar-benar sudah menggelembung sekarang. Rasanya sebenarnya nggak sakit. Malahan menurut saya lucu banget kakinya bantet gitu. Katanya sih karena kebanyakan makan garam dan saya sudah diwanti-wanti untuk mengurangi garam agar tidak terlalu parah.

Harus tidur miring ke kiri plus bantal
Kebetulan saya kalau tidur memang selalu dalam posisi miring. Jadi, persoalan ‘hamil harus tidur miring ke kiri’ bukan jadi masalah berat untuk saya. Kendalanya cuma satu: kalau tiba-tiba tidurnya miring ke kanan secara nggak sadar, pas bangun sakit banget di bagian tulang rusuknya. Perut juga rasanya nggak enak kalau miringnya ke kanan. Jadi mau nggak mau harus selalu miring ke kiri tanpa pindah posisi. Ohya, tidurnya juga harus pakai bantal di bagian perutnya, karena kalau nggak berat banget kayak ngegantung. Jadi sekarang banyak banget bantal guling yang saya pakai untuk tidur: di kepala, di perut, di kaki, dan di punggung.

The first soft kick
Pertama kali merasakan tendangan dari anak bayi itu kira-kira di usia kehamilan 19-20 minggu ini. Rasanya lucu banget kayak kedutan tapi di perut. Waktu awal-awal, anak bayi paling sering muncul di malam hari. Sekarang doi udah mulai aktif di siang hari. Lucunya kemarin waktu saya naik pesawat, anak bayi bergerak terus. Kayaknya dia kesenengan diajak naik pesawat, persis sama ayahnya hihihi.

Itu tadi beberapa hal yang saya alami sampai pertengahan kehamilan ini. Mohon doanya agar saya dan anak bayi selalu sehat ya.

aaa

Advertisements

leave your steps...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s