Cinta.

Aku punya cinta. Cinta yang mungkin tidak pernah padam. Cintaku pernah tergoncang oleh angin; angin sepoi-sepoi dan angin ribut. Tetapi ia tak pernah mati.
Aku sempat bertanya kepada banyak orang. Ada yang memujiku, tapi tidak sedikit yang mencelaku. Mereka yang memuji berkata bahwa aku mempunyai cinta yang kuat. Dan mereka yang mencela berkata bahwa aku terlalu bodoh karena tidak bisa mematikan cinta itu.
Cinta yang aku miliki memang seharusnya tidak boleh ada. Harusnya sudah padam sejak dahulu. Tidak jarang aku berusaha mematikannya dan memang sengaja dimatikan. Tetapi apa daya, cinta ini selalu hadir kembali mengisi ruang hati.
Cinta ini membawa malapetaka besar. Cinta ini sudah mengakar dan menjalar di setiap sudut hati. Bagaikan pohon beringin yang sudah ratusan tahun ada di bumi, susah sekali ditebang.
Aku ingin cinta ini padam. Karena aku tahu, cinta ini tidak akan terbalas lagi. Cukup sekali kesempatanku. Sakit di dalam hati sudah terlalu amat pedih. Maka aku harus memadamkan dengan paksa cinta ini. Harus!
Advertisements

leave your steps...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s