Trisemester Pertama Kehamilan

20170525211220_IMG_0065-01

Sebagai pembukaan, saya mau cerita tentang hasil kontrol kedua ke dokter kandungan. Sesuai dengan saran dokter, saya kembali lagi untuk kontrol di usia kehamilan 6 minggu untuk melihat perkembangan janin. Alhamdulillah seperti yang bisa dilihat di atas, seperti itulah bentuk anak bayi di usia 6 minggu. Sudah ada kantong kehamilannya dan sudah ada janinnya kecil banget baru 1 cm kurang hihi. Vitamin yang dikonsumsi masih tetap sama, tapi obat penguat kandungannya sudah tidak harus diminum. Jadwal kontrol kehamilan berikutnya adalah 1 bulan dari hari itu, ya kira-kira awal Juni. Can’t wait!

Nah sekarang alhamdulillah saya sedang memasuki minggu ke-10 kehamilan. Kata orang, trisemester pertama atau 3 bulan pertama (12 minggu pertama) kehamilan adalah masa-masa yang lumayan ‘menyiksa’. Tapi so far, saya menjalaninya dengan senang dan dengan rasa syukur. Berikut ini adalah yang saya alami sendiri mulai dari sekitar usia kehamilan 5 minggu sampai sekarang:

Mual (dan kadang muntah)
Kalau kata orang di awal kehamilan akan merasakan morning sickness, kalau saya kok kayaknya all day long sickness ya? Huhuhu. Nggak pagi, nggak siang, nggak malam, hampir seharian saya bisa mual banget. Kalau pagi, biasanya setelah bangun tidur dan minum air putih pertama di pagi hari langsung mual banget. Kalau siang hari, biasanya di saat makan dan sesudah makan. Mual kembali datang waktu malam hari sebelum dan sesudah makan. Tapi nggak setiap hari sih saya mengalami all day long sickness ini. Yang jelas setiap hari pasti mual tapi kadang waktu datangnya beda-beda.

Mual yang suka datang tiba-tiba ini sebenarnya nggak semuanya berujung muntah. Kadang emang pengen ‘hoek’ aja sih entah kenapa, padahal nggak ada isinya. Tapi muntah beneran bisa kejadian justru kalau saya sedang minum obat/vitamin setelah makan. Emang dasarnya nggak bisa minum obat, karena saya kunyah dan pahit banget, saya jadi terdorong untuk ‘hoek’ dan yaa keluar deh semua makanannya. Hiks.

Nafsu makan naik turun
Sekitar 2 tahun belakangan ini saya termasuk doyan banget makan. Karena hal itu, saya sempat yakin kalau dengan kehamilan ini, nafsu makan saya nggak akan jadi masalah seperti beberapa kasus ibu hamil yang susah makan. Ternyata, saya salah. Saya sama saja dengan ibu hamil lainnya yang tiba-tiba jadi nggak nafsu makan dan jadi pilih-pilih makanan. Ngeliat nasi goreng (iya, nasi goreng, used to be my all-time favorite meal ever) aja rasanya enek banget. Ngeliat keju yang lumer gitu tiba-tiba nggak suka, padahal itu juga salah satu makanan favorit. Mungkin karena mulut juga terasa asam terus, jadi nggak nafsu. Positifnya, saya tiba-tiba jadi suka dan nyari buah dan sayur. Walaupun buahnya ya itu-itu aja sih (baca: jeruk, apel, stroberi, anggur, kiwi) dan sayurnya tetep brokoli, kangkung, daun singkong, dan bayam, tapi jadi cenderung suka dan kalau niat bakal saya cari.

Ngidam
Berhubungan dengan nafsu makan, ada beberapa makanan yang terus-terusan ingin saya makan. Contohnya sosis. Ya ampuuun kalau bisa setiap hari saya makan sosis. Tapi kayaknya nggak bagus ya makan sosis terus karena rata-rata sosis yang dijual di pasaran ada bahan pengawetnya. Selain sosis, saya juga pengen banget makan daging. Mau daging sapi, kambing, bebek, semuanya saya mau. Ohya karena agak susah makan juga, jadi saya kadang suka ngidam makan mie, apapun jenis mienya. Dan yang paling penting, kalau bisa semua makanan yang saya makan pedas.

Lemas, cepat mengantuk, dan pusing
Pada dasarnya saya memang sleepyhead. Setelah hamil, levelnya makin tinggi. Saya gampang banget lemas dan ngantuk. Tapi dari dua hal itu, yang paling saya nggak kuat adalah lemas. Nggak makan dikit, lemas. Jalan jauh dikit, lemas. Bahkan bersih-bersih apartemen dikit, lemas dan ngos-ngosan banget. Capeeek terus bawaannya. Jadi pengen tiduran dan berujung kepada ngantuk dan tidur beneran.

Kepala pusing juga lumayan sering saya rasakan terutama kalau sudah terlalu lemas plus biasanya kalau telat makan dikit. Kalau lemas dan ngantuk dan belum bisa istirahat, kepala langsung pusing dan berujung dengan mual. Makanya sekarang saya selalu sedia kantong plastik dan minyak kayu putih kemanapun saya pergi.

Sensitif terhadap bau
Ternyata benar ya, ibu hamil itu sensitif sekali terhadap bau. Kayaknya kemampuan indera penciuman saya bertambah dua kali lipat lebih tajam terhadap jenis bau. Sejauh ini saya nggak suka bau asap rokok yang pastinya langsung bikin pusing dan mual, bau parfum ibu saya (padahal saya pernah suka banget dan pengen punya parfumnya juga), bau suami saya kalau pulang kerja, bau piring kotor, dan bau lainnya yang nggak enak dan bikin mual.

Berat badan naik 10 kg
Ini akumulasi dari sejak saya ngantor di kantor saya sekarang sih sebenarnya. Saya nggak tahu pasti sejak saya hamil naiknya berapa kilo, mungkin sekitar 5 kiloan. Jadi kira-kira kesimpulannya gendut banget! Super drastis banget biasanya berat normal saya 50 kg, sekarang kaget lihat timbangan kok sudah kepala 6 ya. Hiks. Tapi alhamdulillah deh nggak turun berat badan padahal makannya agak lumayan susah.

Jerawatan dan muka kusam
Kalau jerawatan emang bukan hal baru lagi. Kalau saya nggak pakai obat dokter memang otomatis jerawat bakal panen di muka. Tapi sejak hamil jerawat kayaknya nggak kunjung sembuh. Jarang banget saya bisa merasakan semingguuu aja cuci muka tanpa harus merasakan jendolan jerawat di muka. Pasti jerawat ada aja walaupun cuma satu. Yang bikin gemas adalah muka yang kelihatan lebih kusam dari biasanya. Sudah jerawatan, mukanya kusam pula. Hadeeeh. Ini semua sebenarnya bisa diatasi dengan mudah kalau saya pakai obat dokter tapi sayangnya selama hamil saya harus puasa dulu dari segala macam obat dokter dan obat-obatan aneh lainnya.

Ya kira-kira itu lah yang saya rasakan selama 10 minggu kehamilan ini. Masih ada 2 minggu lagi menuju akhir trisemester awal kehamilan. Semangat aja deh menjalani semua prosesnya. Walaupun rasanya nggak enak banget, kata teman saya yang juga mengalami masa-masa menyiksa di awal kehamilannya, hal-hal seperti ini sangat normal. Katanya juga beruntung kalau kita mengalami mual mual saat hamil, itu tandanya janinnya sedang berkembang. Disyukuri saja kalau memang begitu ya. Semoga saya dan si adik bayi selalu sehat sampai lahiran nanti. Aamiin.

aaa

My Early Pregnancy Story

20170525211113_IMG_0063-01

Seperti wanita yang sudah menikah lainnya, saya juga ingin diberikan keturunan. Di awal pernikahan, saya dan suami sebenarnya nggak berencana untuk cepat-cepat punya anak. Kita punya prinsip ‘go with the flow‘ aja, ya se-dikasihnya aja kapan. Sampai suatu hari banyak banget teman-teman yang nge-post di social media tentang kehamilan mereka yang membuat saya iri (astaghfirullah!) dan bertanya-tanya ‘Kapan ya gue dikasih? Padahal nikahnya deketan deh perasaan.’ Tapi sebenarnya dalam hati saya juga masih mempertanyakan diri sendiri tentang kesiapan punya anak.

Sampai suatu saat di bulan ke-7 pernikahan kami, saya tiba-tiba pengen banget punya anak. Hampir setiap hari saya rewel banget WhatsApp ke suami pengen punya anak hahaha. Suami nanggepinnya cuma ‘ya semoga aja ya, aamiin.’ Dalam hati saya berdoa supaya di bulan April itu saya nggak ‘dapet’.

Emang dasar nggak sabar, baru juga telat 3 hari dari hari ‘dapet’, saya langsung pengen tes pakai test pack. Kebetulan jadwal ‘dapet’ saya teratur, pasti 28 hari, jadinya kalau telat 3 hari gitu, ya pasti ada sesuatu nggak sih? Waktu itu saya sih berdoa aja sambil nggak terlalu berharap banyak, soalnya takut kecewa. Karena sebelumnya pernah tes and it was just a false alarm. Di apartemen kebetulan ada 1 test pack nganggur yang pernah dibeli dari beberapa bulan sebelumnya. Ya udah deh rencananya mau dipake besok paginya karena katanya urin pertama di pagi hari mengandung hCG paling tinggi, intinya mah paling bagus dan lebih akurat.

Hari itu saya kebangun karena kebelet pipis. Karena kayaknya sudah subuh, saya bawa deh test pack-nya sekalian ke toilet buat tes. Sambil setengah sadar, saya pipis dan melakukan prosedur tes. Nunggu sebentar, tiba-tiba… 2 garis! Reaksi pertama saya cuma ‘Oh.’ Mungkin karena ngantuk juga kali ya. Setelah bersih-bersih, saya ke kamar dan ngecek hp. Laaaaah? Ternyata belom pagi sodara sodara. Masih jam 11 malem! Hahahahahaha.

Hasil test pack-nya saya taroh di meja makan, berharap suami liat waktu dia sahur. Menjelang subuh, saya dibangunin suami sambil ketawa-ketawa bahagia karena hasilnya positif. Tapi karena dia nggak terlalu percaya, hari itu kita berencana untuk beli test pack lagi. Sorenya kita beli 2 test pack dengan merk yang berbeda dan sepulangnya saya langsung tes dan hasilnya tetap 2 garis! Alhamdulillah.

Besoknya kita ke dokter kandungan. Berdasarkan hasil blogwalking dan tanya-tanya dengan beberapa teman yang sudah duluan hamil, akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter perempuan saja karena alasan kenyamanan. Kebetulan rumah sakit yang bagus, dekat dengan tempat tinggal, dan ter-cover asuransi kantor suami pastinya, adalah RS Siloam Kebon Jeruk. Jadinya kami ke RS Siloam Kebon Jeruk dan ketemu dengan Dr. Maria Ratna Andijani, Sp.OG.

Karena usia kandungan saya baru 4 minggu, jadi harus di-USG transvaginal. Waktu itu belum kelihatan apa-apa. Kata dokter sedang tahap penebalan dinding rahim dan alhamdulillah waktu disorot ke kanan di kiri rahim nggak ada kista dan penyakit lainnya. Dokter menyarankan untuk datang 2 minggu lagi sejak hari itu sambil memberikan resep vitamin dan obat-obatan yang harus diminum. Waktu itu saya dan suami juga akan traveling dengan jarak yang jauh. Agak deg-degan juga sih tapi atas izin dokter dan petuahnya untuk meningkatkan dosis obat penguat kandungan, alhamdulillah perjalanan aman terkendali sampai kembali ke rumah.

Cerita kontrol kandungan berikutnya beserta pengalaman yang saya rasakan di kehamilan trisemester awal ini akan saya tulis di post selanjutnya ya. Ciao!

aaa

Tips Sukses Mendapatkan Jodoh

tumblr_static_tumblr_static_bpbhvqqk03k0w40osc4o00oos_640

Belakangan ini saya gatel banget pengen nulis. Tapi saya yang penuh kontemplasi ini selalu ribet sendiri dengan hal-hal yang akhirnya bikin saya nggak jadi nulis seperti: pemilihan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris untuk tulisannya, mood yang naik turun, ide tulisan yang tiba-tiba hilang karena kelamaan nggak dijadiin draft, dan hal-hal remeh lainnya.

Kali ini, dengan segenap niat yang sudah terkumpul dan waktu yang lowong, yuk ah kita selesaikan tulisan sok-sokan tips (lagi!) dari saya. Seperti yang bisa dilihat dari judulnya yang cukup jelas, udah tau dong ya tujuannya apa? Sebenarnya ini bukan tips sih, tapi lebih ke arah sharing pengalaman karena yang akan saya tulis di paragraf berikutnya adalah kejadian yang saya alami sendiri dan saya pikir bisa dijadikan referensi untuk yang nggak sabar ketemu sama jodohnya.

Saya sendiri udah menikah. Baru banget sih, baru juga 6 bulan. Tapi bukan itu esensi dari tulisan ini, melainkan cara untuk segera ketemu sama jodohnya. Karena sesungguhnya jodoh itu walaupun rahasia ilahi, kita sebagai manusia juga harus berusaha untuk mencari dan mendapatkannya. Di dunia ini nggak ada yang tiba-tiba jatoh dari langit kalau kita nggak berusaha dulu. Yaudah deh daripada lama, langsung aja ya ke tips sok-sokan saya.

Berdoa
Saya yakin hampir semua yang baca artikel ini bakal bilang “udah tau kaleee!” Tapi ya memang cara utama adalah mendekatkan diri kepada Tuhan yaitu dengan cara berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, kunci utama untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang pasrah. Bagi kamu yang punya pacar, kamu juga harus tetap pasrah kepada Tuhan tentang jodohmu. Karena kembali lagi ya, jodoh itu hanya Tuhan yang tahu siapa yang terbaik untuk kamu. Jadi, belum tentu pacar kamu yang sekarang adalah yang terbaik menurut Tuhan. So, dalam doa kita harus pasrahkan kepada-Nya.

Untuk masalah doa, sebagai muslim saya punya referensi untuk doa yang waktu itu terus menerus saya ucapkan di akhir sholat 5 waktu saya. Kira-kira inilah tahapan yang saya lakukan setelah mengucap salam akhir di sholat.

  • Membaca dzikir “Subhanallah” 33x, “Alhamdulillah” 33x, “Allahuakbar” 33x, dilanjutkan dengan bacaan:

    “Allahu akbar kabiran walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asilan. Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumitu wahua ‘ala kulli syaiin qadir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah hil ‘aliyil ‘azeem”

  • Membaca doa sebagai berikut:
    “Allahuma hablana min azwajina waqurota akyunin waj’alna lil mutaqinna imama” 11x

    Yang artinya adalah: “Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Furqan: 74)

  • Membaca doa sebagai berikut:
    “Rabbi habli miladunka zaujan thayyiban wayakuuna shaahiban lii fiddiini waddunyaa wal aakhirah”

    Yang artinya adalah: “Ya Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat”

  • Membaca doa yang detail tentang kriteria jodoh yang kamu inginkan. Kalau bisa sedetail mungkin. Tapi ingat, kuncinya adalah pasrah. Saat kamu mengucapkan doa, jangan sambil bayangin muka orang yang kamu inginkan jadi pendamping hidup kamu. Pokoknya benar-benar pasrah, jangan ada spesifik ke orang tertentu. Beda loh ya kriteria dengan langsung mengacu ke orang tertentu. Kriteria yang kamu mau bisa aja bukan orang yang kamu mau, tapi orang yang kamu mau belum tentu punya kriteria yang kamu mau.Berikut adalah contoh doa yang saya ucapkan waktu itu:

    “Ya Allah segerakanlah aku bertemu dengan jodohku dan agar jodohku yang aku akan segera bertemu itu adalah laki-laki yang:

    Soleh, pintar, mapan, visioner, bla bla bla” (ini terserah kamu ya mau kriterianya seperti apa. Kalau bisa sedetail mungkin, bahkan ke hal-hal yang sebenarnya kedengaran ‘aneh’ kayak “lebih tinggi dari aku bahkan ketika aku memakai high heels” karena percayalah it works!)

Introspeksi diri 
Mungkin salah satu alasan kenapa kamu belum dipertemukan dengan jodoh kamu adalah karena penampilan kamu yang kurang menarik. Penampilan ini bisa jadi penampilan dari luar dan dalam. Kalau kamu ingin segera ketemu jodoh kamu, coba untuk introspeksi diri, apa sih yang kurang dari kamu dari dalam dan luar. Setelah itu langsung perbaiki diri.

Misalnya kamu jadi lebih peduli penampilan, pakai skin care supaya lebih kinclong, berpakaian rapi, lebih sering olahraga, sampai menjaga mulut dari perkataan yang kurang pantas. Intinya adalah kemas dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi supaya menarik.

Banyak bergaul
Karena sesungguhnya jodoh nggak tiba-tiba datang ya, guys. Coba kamu perluas area pergaulan kamu dan kuncinya adalah jangan picky dalam berteman. Jaman sekarang mencari teman lebih mudah dengan bantuan social media. Namun, tetap harus waspada dalam memilih area pergaulan. Jangan sampai pergaulan kamu membawa kamu ke arah yang tidak baik.

Intinya harus banyak mencari teman dan kenalan sebanyak-banyaknya tapi harus tetap bisa menjaga diri. Dengan memperbanyak teman, kamu jadi tahu banyak karakter orang dan siapa tahu salah satu dari area pertemanan kamu adalah jodoh kamu.

Mendatangi tempat-tempat yang baik
Karena kamu ingin jodoh kamu adalah orang yang baik kan? Saya selalu percaya jika kamu mau mencari orang yang baik, ya kamu harus datang ke tempat yang baik juga, bukan tempat yang bisa menimbulkan dosa. Contoh ekstrimnya sih kamu ke mesjid atau ke tempat ibadah. Tapi disini saya nggak bermaksud se-ekstrim itu sih.

Saran saya, coba kamu jangan malas datang ke kawinan teman atau saudara. Karena biasanya disitu lah ajang dimana teman-teman atau saudara kamu berkumpul dengan teman-temannya atau saudara yang lain. Berhubungan ya dengan poin sebelumnya, jadi kamu bisa memperluas pergaulan kamu di kawinan ini. Selain itu biasanya di tempat kawinan banyak doa yang bagus-bagus yang masih bernaung di ruangan itu. Ya siapa tahu kamu bisa kecipratan doa untuk segera berdiri di pelaminan seperti pengantinnya.

Say goodbye to the past
Percuma kalau kamu udah melakukan poin-poin di atas tapi masih terhalang orang di masa lalu. Kalau kamu ingin bertemu jodohmu, kamu benar-benar harus move on dan jangan lihat lagi apa yang sudah lewat. Jangan sampai kesempatan kamu hilang sia-sia hanya karena teringat orang di masa lalu dan malah berandai-andai supaya bisa balik lagi. Percayalah kalau mantan adalah jodohmu pasti ia akan kembali. Tapi tetap harus melihat ke depan ya, guys. Dan tetap berdoa dengan pasrah.

Tidak menolak perjodohan
‘Dijodohin’ adalah suatu kata yang bisa menimbulkan pro dan kontra. Ada yang seneng-seneng aja dijodohin, tapi ada juga yang nggak suka dijodohin karena menurut mereka, dijodohin itu kesannya ‘nggak laku-laku sampai akhirnya dicariin orang lain’. Apalagi kalau dijodohinnya itu sama orang tua sendiri. Kalau yang ini kebanyakan masih kontra ya hehe.

Tapi percayalah kalau jodoh kamu itu bisa datang dari mana saja. Maka membuka diri dalam berbagai kesempatan adalah salah satu jalan terbaik. Jangan pernah menolak kalau ada orang tua, saudara, atau teman yang berusaha mencarikan kamu jodoh. Hargailah niat baik mereka, walaupun nantinya kamu kurang cocok dengan orang yang dijodohkan, yang penting kamu dan yang menjodohkan sudah berusaha. Lagi lagi, jangan picky dan merasa rendah diri. Tetap percaya diri ya dan jangan ada pikiran kalau dijodohkan artinya nggak laku dan nggak bisa cari jodoh sendiri.

Saya sendiri awalnya malas sekali dijodohkan oleh ibu saya, karena saya merasa bisa mencari jodoh saya sendiri di lingkungan pergaulan saya dan menurut saya waktu itu selera ibu saya pasti nggak sesuai. Sampai pada saatnya saya pasrah dan nurut kata ibu saya, eh, malah nemu suami saya yang sekarang lewat ibu saya. Ceritanya udah pernah ditulis ya disini.

Nah kira-kira itu tips sok-sokan yang sebenarnya lebih ke arah sharing dari saya. Semoga bermanfaat ya. Dan semoga untuk yang belum ketemu dengan jodohnya agar segera dipertemukan oleh Tuhan. Aamiin. Yang mau sharing tips boleh loh di kolom comment.

aaa